• Apakah Jenius Itu?

    Kita mungkin sudah tak asing lagi dengan kata “jenius”. Kata ini bahkan sudah kita dengar semenjak masih anak-anak dan bermakna …

  • IQ dan Kemakmuran Negara

    Hubungan antara IQ dan kemakmuran suatu negara diteliti oleh Richard Lynn, Professor Emeritus of Psychology di University of Ulster – …

  • 4 Pilar Kompetensi Mental

    Konsep pengembangan 4 pilar kompetensi mental disiapkan untuk mengembangkan generasi yang siap secara mental intellectual (kecerdasan mental), mental adversity (adversitas …

  • Plastisitas Kecerdasan

    Penelitian tentang IQ yang cukup fenomenal dan tidak bersifat konvensional dipaparkan oleh James Flynn, seorang peneliti ilmu sosial di Universitas …

Pengembangan Kesadaran dan Pertumbuhan Peradaban

Kehidupan manusia diwarnai dengan berbagai macam peristiwa dengan berbagai rasanya. Apa yang dialami oleh seseorang terbentang mulai dari dimensi materi/fisik yang dipengaruhi oleh berbagai faktor luar/lingkungan hingga dimensi nonfisik dengan berbagai bentuknya yang kesemuanya terjadi di dalam diri indivudu itu sendiri. Semua bentangan keberadaan ini dapat dipersepsi oleh manusia karena adanya kesadaran. Sayangnya, sebagian manusia hidup mengalami keterjebakan dalam persepsinya sendiri sehingga ia hidup dalam kondisi yang merasa sengsara, tidak bahagia, kurang beruntung, dan sebagainya hingga akhirnya tanpa disadari ia melakukan berbagai perbuatan yang merugikan dirinya maupun lingkungannya, baik berupa orang lain di sekitarnya maupun alam semesta. Persepsi seperti ini dialami oleh hampir semua umat manusia baik dalam porsi yang sedikit maupun banyak sementara jauh di dalam dirinya terdapat kesadaran yang sebenarnya selalu memberitahukan akan pandangan yang tepat akan kehidupan yang dialami oleh setiap individu. Zona kesadaran ini merupakan bagian keberadaan manusia yang sangat jarang diselami, dikenali, dan disadari oleh seseorang. Maka data penelitian kesadaran menunjukkan bahwa sangat sedikit manusia yang mengalami pencerahan, yang terhubung dengan kreativitas ide-ide, intuisi, dan juga kebijaksanaan. Dalam kurun waktu kehidupan, juga sangat sedikit bahkan kurang dari 1% porsi waktu yang dialami oleh mayoritas manusia dalam keterhubungannya ke alam kesadarannya di antara keseluruhan waktu hidupnya. Ini adalah sebuah kesia-siaan potensi yang luar biasa besar yang dialami oleh manusia dalam hidupnya. Ketidakefektifan hidup akibat kurangnya kesadaran yang memancari kehidupan manusia dalam kesehariannya. Kondisi ini tentu saja membutuhkan perhatian yang serius dari sesama manusia yang telah berkesadaran luhur untuk dapat membantu memfasilitasi dan mengkondisikan agar masyarakat secara luas mampu mengenali kesadaran dirinya secara utuh sehingga mereka mampu menggunakan seluruh potensi dirinya secara efektif.

Perkembangan kesadaran seseorang menempuh lima fase pemulihan dimana manusia pada mulanya berada pada kesadaran yang sempit yang lebih banyak didominasi oleh kesadaran jasmani atau dikenal dengan peradaban otot. Kesadaran ini disebut sebagai kesadaran manusia awal (Early Man). Ciri-ciri kesadaran manusia awal diwarnai dengan unsur-unsur obsesi, kekuasaan, kemarahan, kebanggaan, dan keberanian. Fase berikutnya ketika kesadaran berkembang semakin luas, manusia semakin menyadari kenetralan, siap dalam berbagai perubahan, menerima berbagai perbedaan, dan juga dominan dalam menggunakan pikiran, kesadaran ini disebut sebagai kesadaran manusia modern (Modern Man). Mayoritas kehidupan manusia pada saat ini berada pada kesadaran manusia modern ini. Ketika kesadaran semakin meluas, seseorang semakin menyadari bahwa nilai-nilai yang baku dianut oleh masyarakat secara luas tidak sepenuhnya tepat dan belum tentu yang terbaik. Ia mulai menyadari bahwa mengapa seseorang harus kuliah dan harus diberi gelar? Mengapa seseorang harus meyakini sesuatu, bukannya menyadarinya? Pada tingkat kesadaran ini, seseorang mempertanyakan dogma dan mulai menentukan jalan hidupnya sendiri. Oleh karena itu, kesadaran ini disebut sebagai kesadaran pendobrak budaya (Culture Hacker).

Pada tingkat kesadaran berikutnya, seseorang mulai menyadari adanya ketakterbatasan. Seseorang pada kesadaran ini menyadari adanya pencerahan berupa keberpengetahuan, kesadaran sebagai pelayan bagi alam semesta, dan juga getaran-getaran akan pengetahuan murni. Ini adalah kesadaran orang-orang yang mulai mengenal jati dirinya. Kesadaran orang-orang beriman yang terbimbing secara spiritual oleh rohaninya. Terdapat empat ciri yang sangat mewarnai orang-orang yang berkesadaran ini, yaitu:

  1. Memiliki rasa keterhubungan dengan alam semesta. Semua kehidupan, berbagai budaya, bangsa-bangsa, dan orang-orang nampak beresonansi dengannya sebagai “satu keluarga”.
  2. Terhubung kuat dengan intuisi. Ketika seseorang berada pada kesadaran ini, intuisinya bekerja dengan sangat kuat. Ia merasakan adanya perasaan yang baik dan murni yang membimbingnya, tidak hanya sesekali atau kadang-kadang, melainkan setiap saat. Dalam menyampaikan sesuatu, orang-orang dalam kesadaran ini menyebutnya sebagai “mengalir” dari kesadarannya, dan kata-kata yang terucap biasanya bersifat tidak biasa atau penuh makna.
  3. Inspirasinya mengendalikan kehendaknya. Ia mengalami pencerahan sehingga ia tidak berjalan berdasarkan kehendaknya sendiri yang bersifat biasa, melainkan ia terpancari oleh kesadaran akan misi besar untuk melayani dunia.
  4. Keberuntungan berada di sisinya. Pada kesadaran ini, seseorang selalu merasa beruntung, penuh syukur, yang dalam hubungannya dengan kehidupannya secara “kebetulan” atau tidak disangka-sangkanya, orang-orang ini selalu berada dalam keberuntungan, ketercukupan, dan keberlimpahan dalam berbagai bentuk kehidupannya.

Tingkat kesadaran tertinggi yang dapat diketahui oleh manusia dan sangat sedikit orang yang mengalaminya adalah kesadaran akan Pikiran Tuhan (The God Mind). Ini adalah tingkat meleburnya kesadaran dengan semua bentuk keberadaan, dimana bahasa tidak bisa mengungkapkannya dengan baik. Bagi kebanyakan orang, kesadaran ini pernah dialami secara tidak sengaja dan hanya berlangsung sangat cepat tanpa sempat terpahami hikmahnya namun ia menyadari seakan habis mengalami “sesuatu”. Ini adalah kesadaran murni yang sesungguhnya, dimana seseorang menyadari keberadaan dirinya melampaui alam semesta, dan kesadaran inipun juga terjadi atas kehendak keberadaan sejati yang melampaui alam semesta atau yang biasa disebut dengan Tuhan. Seseorang yang mencapai kesadaran ini benar-benar mengenal Tuhan dari kesadarannya, karena kesadarannya juga merupakan wujud dari kesadaran Tuhan, kesadaran keberadaan sejati.

Beragamnya kecerdasan yang bekerja pada diri manusia, akhirnya membawa manusia pada kesadaran untuk mencari sumber pengendali kesadaran itu sendiri. Penelitian tentang kesadaran telah memetakan kesadaran dan membaginya ke dalam 17 tingkatan mulai dari kesadaran yang paling rendah hingga tingkat kesadaran yang tertinggi yakni kesadaran murni. Kesadaran murni yang disadari sebagai keberadaan sumber kesadaran yang memancari semua manusia telah dapat dialami dan dibuktikan kualitas luhurnya pada kehidupan seseorang yang mengalaminya itu maupun pengaruhnya terhadap lingkungan di sekitarnya. Ini berarti kesadaran murni adalah kunci dari semua perubahan pada diri manusia yang terjadi secara efektif dan dapat dikembangkan menjadi suatu gerakan pembangunan semua aspek kehidupan dalam tata pemerintahan dan masyarakat untuk pembangunan negara.

Keberadaan yang menghasilkan kesadaran murni yang memancari setiap jiwa manusia yang mengenalinya ini disebut dengan jati diri. Ini hanyalah sebuah istilah untuk penyebutan saja, dimana terdapat banyak sekali sebutan-sebutan lainnya seperti diri sejati (true self), guru sejati, rasa sejati, fitrah (yang suci), nurani (nur ‘aini = cahaya penglihatan), pribadi tinggi (higher personality), kesadaran rohani, atau kesadaran universal. Keberadaan dari suatu kesadaran/kecerdasan/program canggih yang dipasangkan pada manusia yang merupakan sifat aslinya ini sayangnya tidak banyak diketahui oleh umat manusia itu sendiri karena mayoritas manusia seiring dengan pertumbuhan kedewasaannya, mereka juga terjebak pada pengetahuan akan hal-hal di luar dirinya atau pengetahuan objek. Padahal sesungguhnya pemahaman akan dirinya sebagai subjek justru merupakan kunci dari pertumbuhannya yang berkelanjutan.

Kesadaran murni atau kesadaran rohani berciri khas akan Ketuhanan sebagaimana hal ini sebenarnya telah menjadi kesadaran yang umum diajarkan oleh para nabi, rasul, avatar, atau orang-orang suci, yaitu orang-orang yang kesadarannya telah mencerminkan diri manusia yang fitrah (suci), yang tercerahkan oleh kesadaran yang selaras dengan Tuhan Yang Maha Esa. Kesadaran ini sebenarnya tidaklah diajarkan, melainkan hanya dilatihkan untuk mendapatinya sendiri. Kesadaran yang sejati, yang murni tidaklah diperoleh melalui perantaraan manusia, melainkan yang diperantarakan hanyalah pengetahuannya saja. Oleh karena itu, kesadaran yang murni pastilah terbebas dari dogma, sugesti, afirmasi, dan imajinasi. Ia hadir mengada sebagaimana kesadaran kita akan adanya diri sendiri yang tidak mungkin bisa diragukan ataupun ditolak. Ketika kesadaran ini semakin banyak disadari oleh seseorang, seluruh kehidupan orang itu maupun di sekitarnya akan mengalami perbaikan-perbaikan secara signifikans. Dan ketika semakin banyak orang berkesadaran murni, maka peradaban dan kondisi alam semesta pun juga akan mengalami pemulihan serta pembangunan secara hakiki sebagaimana yang dimaksudkan oleh Tuhan dalam penciptaan manusia.

Informasi Layanan

Saat ini telah terbit buku Cognitive Science for The Ultimate Mind, sebuah buku yang mengupas tentang seluk beluk pikiran. Buku tentang ilmu pikiran ini dijual seharga Rp 250.000,- dengan bonus mengikuti kelas online Cognitive Science Study yang dapat menghantarkan Anda untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan berkesadaran tinggi.

i-Jenius Learning Center Menyajikan yang Terbaik Bagi Mental Anda

Pengenalan Jati Diri

Layanan Terapi Pemurnian Kesadaran adalah pembimbingan klien untuk mampu menyelami kesadarannya hingga pada keluhuran yang tertinggi, yaitu mengenali jati dirinya. …

Pelatihan Jenius Mandiri (Jedi)

Pemulihan kecerdasan adalah program peningkatan kemampuan berpikir dengan cara pelatihan dan pembimbingan selama satu bulan untuk memulihkan kejeniusan yang dimiliki …

Pelatihan Matematika Detik

Kemampuan berhitung merupakan kemampuan dasar bagi setiap manusia yang hidup di zaman modern saat ini.

Pemetaan Bakat (Talent Mapping)

Program pemetaan bakat adalah layanan asesmen untuk memetakan bakat dan kekuatan personal yang dapat digunakan untuk menentukan tujuan memilih jurusan …

Testimoni Klien

Blog Kita