4 Pilar Kompetensi Mental

Konsep pengembangan 4 pilar kompetensi mental disiapkan untuk mengembangkan generasi yang siap secara mental intellectual (kecerdasan mental), mental adversity (adversitas mental), mental attitude (sikap mental), dan mental awareness (kesadaran mental) atau yang kesemuanya ini kita sebut dengan mental IAAA seperti yang diilustrasikan pada gambar 1. Pembangunan mental intelektual yang cerdas, mental adversitas yang kuat, sikap mental yang positif, dan kesadaran mental yang luas merupakan fondasi dasar bagi setiap individu untuk mampu bertahan hidup dan berkembang secara benar serta mampu dalam menghadapi segala bentuk situasi, ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan dalam kehidupan. Inilah yang menjadi dasar dan landasan dari Program Jenius Mandiri.

Gambar 1 Model Kompetensi IAAA terhadap kompetensi lainnya

Pikiran mempunyai struktur dan cara kerja yang dapat dibangun dengan cara memprogramnya secara jelas sehingga apa yang dipelajari tidak hanya menjadi pengetahuan dan motivasi semata, tetapi perkembangannya mampu dialami dan dirasakan oleh setiap pelajar dalam mengembangkan mentalnya. Melalui ilmu Cognitive Science yang diterapkan menjadi metode pengembangan 4 pilar kompetensi mental, setiap pelajar dapat diaktifkan daya berpikirnya sehingga ia mampu meningkatkan kecerdasannya secara signifikans bahkan hingga menjadi jenius. Kemampuan seseorang dalam mengenali pola-pola dalam kehidupan bukanlah suatu takdir atas  kemampuan seseorang. Begitu pula dengan kemampuan dalam mengingat, memahami bahasa, mengambil keputusan, dan sebagainya.

Faktor kemampuan personal juga tidak hanya dipengaruhi oleh kecerdasan mental saja, tetapi ia juga membutuhkan adversitas mental. Seseorang dengan mental yang tangguh, tahan, dan fleksibel akan lebih mampu dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupannya dan lebih mampu untuk menggunakan potensi dirinya secara lebih besar. Selain itu juga diperlukan suatu sikap/moralitas mental yang akan menentukan seberapa jauh sikap yang mampu dijalankan oleh setiap individu di dalam kehidupannya. Untuk itu, sikap/moralitas bukanlah sesuatu yang merupakan doktrinasi pendidikan, tetapi dalam hal ini, ilmu Cognitive Science telah membuktikan bahwa moralitas mental merupakan bagian dari kemampuan mental dimana setiap orang butuh untuk mengembangkannya sebagaimana kecerdasan dan adversitas mental agar ia mampu meraih kesuksesan hidup.

Faktor lainnya lagi dari kemampuan mental yang mempengaruhi performa kesuksesan hidup seseorang secara menyeluruh adalah kesadaran mental. Kesadaran mental merupakan suatu keadaan aktivitas mental yang menunjukkan keadaan dari fokus mental pada situasi tertentu. Pengertian-pengertian seperti adanya kecerdasan spiritual, kemampuan konsentrasi, tingkat kesiagaan, kebahagiaan, dan sejenisnya termasuk yang tercakup dalam makna kesadaran mental ini.

Dengan mengkombinasikan antara mental IAAA (atau kita sebut saja dengan kebugaran mental) dan kebugaran jasmani, kompetensi seorang Individu menjadi sempurna perkembangannya dalam melakukan berbagai performa dalam kehidupannya. Ini berlaku tidak hanya pada pelajar, tetapi pada semua manusia termasuk guru, orang tua, dan pihak-pihak lainnya.

Komponen dari 4 pilar kompetensi mental (mental IAAA) tersebut meliputi unsur-unsur mental yang saling menunjang satu sama lain. Unsur-unsur inilah yang perlu untuk dijadikan dasar bagi pengembangan pendidikan berbasis 4 pilar kompetensi mental. Unsur-unsur pembentuk 4 pilar kompetensi mental tersebut digambarkan pada tabel 1 berikut.

 

 

Kecerdasan Mental Adversitas Mental Sikap Mental Kesadaran Mental
Kemampuan bahasa Keberanian Kedisiplinan Daya konsentrasi
Pemahaman situasi Komitmen Keadilan Kesiagaan
Kreativitas Ketekunan Kesederhanaan Kebahagiaan
Logika Pengendalian diri Sopan santun Kebersyukuran
Daya imajinasi Daya adaptasi Kesetiaan Self talk positif
Daya ingat Ketabahan Dapat dipercaya
Kepercayaan diri Kepedulian
People skill Empati

Tabel 1 Komponen penyusun 4 pilar kompetensi mental

Gambar 2 Diagram alur pengembangan kompetensi diri

Tujuan dari Program Jedi berbasis 4 pilar kompetensi mental ini mengikuti alur pengembangan kompetensi mental yang siap untuk digunakan dalam menghadapi persaingan global karena didasarkan pada pengembangan mental yang berlaku universal. Dengan menggunakan alur pengembangan mental IAAA, setiap pemuda akan lebih mampu mengembangkan berbagai kompetensi lainnya baik dalam kemampuan komunikasi, berbagai keterampilan, maupun kemampuan dalam bertingkah laku sosial secara tepat dan handal sehingga dalam menghadapi tuntutan hidupnya, mereka akan mampu menunjukkan performa yang unggul serta harmonis. Gambaran proses pengembangan pendidikan mental dalam Program Jedi untuk kesiapan dalam menghadapi persaingan global ini ditunjukkan pada gambar 2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*