Memulihkan Kecerdasan dan Kesadaran

Banyak orang berpikir bahwa kejeniusan adalah sesuatu yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Ada yang memandangnya bahwa hal ini merupakan sebuah karunia pilihan yang hanya diberikan oleh Tuhan kepada orang-orang tertentu saja, ada pula yang berpandangan bahwa hal ini disebabkan oleh faktor keturunan. Tentu saja pandangan-pandangan tersebut tidak salah karena memang di alam ini banyak anugrah Tuhan yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendakiNya sebagai akibat atau balasan atas ketetapan Tuhan atas hukum-hukumNya yang berlaku di alam ini. Adanya pewarisan kecerdasan secara genetik pun juga terbukti merupakan salah satu hukum alam yang bekerja di sistem perkembangbiakan makhluk hidup. Itu sebabnya pernyataan bahwa kecerdasan merupakan suatu kemampuan turunan pun juga benar.

Namun demikian, ilmu pikiran telah mengupas perihal kecerdasan lebih jauh dari itu, yaitu bahwa kecerdasan juga merupakan sesuatu yang tumbuh seiring dengan pertumbuhan, sebagaimana tinggi badan anak-anak yang mengalami pertumbuhan dan bisa menjadi tinggi. Seorang anak yang kedua orang tuanya tinggi badannya di bawah 160 cm, dan keluarga lainnya seperti kakek neneknya semuanya tidak ada yang tingginya di atas 160 cm, bisa saja mencapai tinggi badan 180 cm atau bahkan lebih. Mengapa bisa demikian? Itu semua karena tinggi badan adalah sesuatu yang merupakan bagian dari pertumbuhan itu sendiri. Ketika anak itu rajin mengkonsumsi makanan bergizi dan rajin berolah raga yang memicu produksi hormon pertumbuhan, maka anak itu akan mengalami pertumbuhan tinggi badan yang lebih cepat daripada saudara-saudaranya. Hal tersebut juga dapat dipengaruhi oleh psikis. Ketika pikiran anak itu dipicu untuk lebih banyak memproduksi hormon pertumbuhan, maka pertumbuhan tinggi badan anak itu pun juga mengalami percepatan. Fenomena ini semakin banyak kita jumpai di masa sekarang ini. Maka ketika generasi orang tua kita dulu tinggi badannya katakan rata-rata adalah 150 cm, maka tinggi badan remaja zaman sekarang rata-rata akan menjadi 160 cm atau bahkan lebih.

Kecerdasan individu pun ternyata selain bekerja secara genetik yang menurunkan kepada keturunannya, ia juga merupakan bagian dari fungsi pertumbuhan. Itu sebabnya setiap individu pasti semakin cerdas dengan sendirinya ketika ia semakin dewasa. Kecerdasan bukanlah suatu fungsi statis yang tidak akan berkembang ketika tidak dipicu. Di dalam ilmu psikologi dikenal dengan adanya usia mental. Usia mental ini sendiri sebenarnya merupakan indikasi bahwa suatu fungsi mental atau pikiran itu adalah sesuatu yang bertumbuh seiring usia. Seseorang tanpa perlu mengenyam pendidikan sekolah pun, ketika dewasa daya nalarnya atau kecerdasannya, atau kemampuan-kemampuan mental lainnya sudah pasti akan lebih tinggi daripada kanak-kanak atau remaja. Ini adalah suatu fungsi bawaan pertumbuhan sebagaimana tinggi badan dan perubahan bentuk badan yang menyebabkan postur manusia kanak-kanak berbeda dengan postur manusia dewasa. Dan dalam banyak hal, korelasi antara perwujudan fisik individu ini juga tak lepas dari adanya pertumbuhan psikis individu tersebut.

Fakta di atas merupakan hal yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Suatu pertumbuhan kecerdasan dapat dipengaruhi oleh lingkungan sehingga ia mampu bertumbuh dengan baik. Pemikiran, perilaku, dan asupan makanan yang dilalui oleh seorang individu semasa pertumbuhannya sangat mempengaruhi hasil dari pertumbuhan individu itu sendiri, tak terkecuali pada kecerdasannya. Dalam hal kecerdasan, tentu saja faktor asupan makanan mempunyai faktor pengaruh yang paling kecil jika dibandingkan dengan pemikiran dan perilaku. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa faktor yang mempunyai pengaruh besar terhadap kecerdasan adalah faktor pemikiran dan perilaku, terlebih di masa sekarang asupan gizi masyarakat sudah cenderung semakin baik. Permasalahannya tinggal pemikiran dan perilaku yang bagaimana yang mampu memicu peningkatan pertumbuhan kecerdasan itu? Inilah yang menjadi kunci dari pemulihan kecerdasan setiap manusia, dan bahwa setiap manusia mampu memulihkan kejeniusannya sebagai makhluk unik yang mampu menghasilkan karya cipta yang kreatif dan tidak dimiliki oleh individu-individu lainnya. (Jun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*